Bismillah
Khutbah kali ini panjang, tapi bagus. Bagus tapi panjang. Mungkin ada setengah jam. Isinya tentang merapatkan shaf dan meluruskannya. Sebenarnya topik basi, tapi penting. Kalau Anda lihat di masjid2 kita, celah antar makmum itu bisa diisi satu orang lagi, saking longgarnya. Tapi apa daya, kalau gembel bin preman macam kita yang ngomong, pasti gak didengar dunk..
Pernah suatu kali khatib, sebelum memulai sholat yang diimaminya, mendatangi satu2 para makmum dan membetulkan shaf. Ternyata ada makmum yang tidak terima dan berkomentar kalau rapat2, gerakan kita jadi tidak bebas. Inilah, kata khatib, sebuah kebodohan besar yang harus ditinggalkan jauh2.
Standar kerapatan menurut sunnah adalah, pundak ketemu pundak, kaki ketemu kaki. Tumit lurus, bukan ujung jari yang disamakan. Lalu bila ada kelonggaran, makmum mendekat ke arah imam, bukan merapat ke dinding. Bila sholat2 kita sebelumnya tidak sempurna, tiada mengapa. Yang penting, kata khatib, kita perbaiki sholat Jumat, ashar, maghrib, dan sholat2 kita setelah ini.
Demikianlah…
cingcong-cingcong