Etis gak sih?
Tag Archive for 'facebook'
Bismillah
Terbangun di tengah malam, iseng2 liat bukumuka. Sempat berkali-kali nyoba password karena sudah lupa kapan terakhir kali login. Alih-alih memblokir beberapa sampahers, sepertinya lebih baik akan mulai menonaktifkan akun, karena lebih banyak ruginya. Rugi waktu, rugi pulsa, rugi otak. Muak dengan terlalu banyak informasi yang masuk. Orang mulai menshare hal-hal yang gak penting.
Mari kita jadikan tempat ini tempat sampah sebenarnya. Daripada sama-sama nyampah di tempat sampah yang sama. Hahahaha.. Tapi ya nanti2 kalo mau ngegame lagi ya diidupin lagi. Masih lama.. Saatnya menulis email lebih banyak.
Bismillah
Warning: a long and boring post, as always. You’ve been warned.
Kudunya ini udah diposting sekian belas hariyang lalu. Tapi, Drupal mengecewakan saya.
Salah seorang teman di Facebook sedikit protes. Katanya, ‘kok u jarang comment di wall ku Wo?’. Boro2 mau kirim komentar dan login ke FB, bisa online saja sudah sukur. Dan mungkin, mungkin teman saya itu jarang mengupdate statusnya. Jadi halaman saya lebih dipenuhi oleh makhluk2 egois yang suka ngirim sampah seperti “lagi makan” atau “hohoho.. bareng pacar baru neeeh!”. Parahnya, dikirim tiap 2 menit sekali. Jadi, sekali lagi maaf. Tenang saja, kita tetap berteman. Persahabatan bukan sekadar Facebook.
Untungnya, untuk mengekspresikan diri, dan memberitahu dunia bahwa saya masih eksis, saya tidak perlu jadi manusia alay yang melambai-lambai. Cukup dengan uang dua ratus ribu perak setahun, saya sudah punya media (hosting+domain) tempat saya bercingcong gak jelas, tanpa ada orang yang peduli. Mengapa orang harus tak peduli? Karena, yang pertama, saya bukan artis, presiden, mentri, orang terkenal, dukun membabi buta. Saya jelas bukan siapa-siapa. Tidak ada bagian kehidupan saya yang menarik. Semua datar. Kedua, ada hal2 tertentu dari kita yang “sedikit” egois. Kita mau kita ngebacot semau udel bodong, tanpa ada komentar apapun dari orang yang mendengarnya.
Demikianlah, saya manusia yang egois. Bukan yang paling egois mungkin, tapi kadarnya cukuplah bisa membuat orang2 di sekitar saya angkat kursi dan melemparkannya ke luar jendela. Prang! Setiap kita pasti adalah makhluk egois, atau bahasa Spanyolnya: sak penake dewek. Kita mau ngomong terus tanpa mau mendengar. Kita mau orang lainlah yang memberi kita. Kita mau orang lain yang mengakui kesalahannya, lalu mengiba-iba minta ampunan dan maaf dari kita. Saya yakin, setidakegois apapun orang, pasti ada bagian dari dirinya yang egois, entah itu di mana.
Lalu, apa pula kaitan RSS Feed dengan isi postingan ini? Sabar, karena tulisan ini masih panjang =))
Sebenarnya sah-sah saja menjadi orang egois. Egois cuma salah satu sifat natural manusia yang lain, di samping tamak, atau suka menggonggong. Namun tentu sifat egois harus disalurkan ke channel yang sesuai. Misalnya, seorang penyanyi yang tak becus menyanyi, bolehlah menyalurkan suara serak-serak-mencretnya itu sesuka hati, asalkan tidak mengganggu orang lain. Ia dapat bernyanyi, sebagai contoh, di bulan atau planet Mars. Untuk setiap keegoisan, selalu ada tempatnya. Lalu apa jadinya, kalau selfishness doesn’t meet its place, kalau seseorang yang egois menempatkan kalimat-kalimat tak bermutu di halaman Facebook Anda? Tiap Anda login, ketemu dia-dia-lagi. Solusinya sederhana: blokir saja status update orang itu. Dunia bisa semudah apapun yang Anda inginkan.
Nah, untuk memfasilitasi sifat saya yang egois itulah saya lebih prefer blog ini, tempat saya bisa meludah, muntah, gombal gak jelas, dan buang segala hal yang gak-penting(tm). Blog saya adalah kerajaan saya, blog ini adalah tempat di mana keegoisan saya tersalurkan. Di Facebook, Anda bisa saja melanggar privasi orang. Di Facebook, Anda bisa saja zalim. Demi update status Anda yang bejibun banyaknya, dengan intensitas layaknya spammer profesional, dan nafsu yang tak terbendung, orang2 seperti teman saya di atas perlu waktu lama agar wallnya ditulisi, atau statusnya dikomentari, atau profilenya dibaca. Sekali lagi, menurut saya, ini menurut saya looh, itu adalah salah satu bentuk keegoisan yang tidak pada tempatnya. Walaupun untuk buat akun di FB Anda tak perlu bayar, Facebook belongs to everyone. Bukan cuma Anda yang pakai FB. Yang ingin saya katakan, bisa gak sih Anda nyampah di tempat sampah Anda sendiri?
Fiuh… Waktu saya hampir habis hanya untuk mengetik posting gak penting ini.
Mungkin Anda bilang, “hlo? guwa kan nyampah di akun2 gua sendiri?”. Well, emang bener begitu, tapi lihat efeknya. Sampah Anda itu looh.. Kebleberan (apa Bahasa Indonesianya ini yak?), maksudnya, meluber alias tumpah ke mana-mana. Di FB, everyone subscribes to everyone’s RSS. Everyone sees everyone. Everyone becomes God which knows what everyone’s doing. Everyone tags everyone. Everyone [fill with any verb] everyone. Semuanya dishare, sekalian sampah2nya.
The point is, don’t subscribe to my feeds, this is a damn junk blog. You have been warned.
cingcong-cingcong