Bismillah
Karena ada teman yang tanya (karena koneksi tadi mati), maka lebih baik saya posting di blog ini sahaja. Mohon koreksinya kalau salah ya, maklum cupu (btw, saya kok didepak dari Clan Kemlaten_Soldier di PointBlank ya? Sepertinya saya ndak punya dosa apa2. Saya kan udah punya MP7???<–ndak nyambung)
Sebelum kita bicara tentang DNS server, ada baiknya kita ambil kakus, eh.. maksudnya kasus sedikit. Coba Anda akses alamat berikut http://64.233.189.147/ Apa yang kita dapat? Wow, situs yang sungguh familiar sekali.. Google! Lalu coba lagi ke http://66.220.145.10/ Apa yang kita dapat? Facebook! Lalu, apa gunanya nama situs kalau semua situs bisa diakses melalui IP Address (alamat IP)??
Kita kembali ke fitrah manusia yang lebih mudah mengingat deretan huruf, kata, kalimat, daripada deretan angka. Coba bayangkan kalau tiap situs mesti diakses dengan angka. “Eh, coba elu ke 74.125.45.100, liat video guwa dooongg..” atau misalnya “Follow guwa dong di 168.143.162.68/bekicotimut.. Ya? Ya? Ya?” Kayaknya bakal ribet kalau semua mesti dihafal. Lain halnya kalau pakai google.com, facebook.com, atau prabowomurti.com (promosi terselubung)
Lalu, dari mana komputer tahu, kalau misalnya google.com itu punya ip sekian, facebook punya sekian, dan prabowomurti.com punya ip 174.36.175.192 (lagi2 promosi tanpa malu2)? Perkenalkan, DNS Server! DNS server lah yang tugasnya mengubah facebook.com, google.com, dan segala macam nama situs menjadi ip addressnya. Untuk mengatur DNS Server, kita tinggal mengatur DNS server di modem (yang dipakai sekian komputer) atau di komputer masing2. Untuk mudahnya, kita bisa pakai nomor dns server opendns.org atau punya google (8.8.8.8 dan 8.8.4.4).
Menurut saya, kita lebih baik pakai dns server dari dns server yang sudah terkenal karena
0. Lebih reliable (setidaknya Google ndak pernah matek)
1. Open DNS itu kabarnya dapat memfilter situs2 yang sek-esek.
2. Tidak membenani dns server tilkum yang punya produk sepidih (yang kadang2 suka mati gak jelas).
Demikianlah…
cingcong-cingcong