Bismillah.
Hari ini…
0. Temen Mbak waktu sma dulu meninggal dunia. Orangnya pintar, juara 1 terus. Masih muda, penuh talenta. Cuma meninggalnya mendadak sekali. Enggak pake sakit dulu atau gimana gitu.. Yah, takdir semua udah ada Yang Ngatur.
1. Pulsa semangkin defisit sahaja. Deposit yang kemarin disetor pun tersendat karena kebodohan saya. Ah, ribetnya kalau sudah begini..*menepuk jidat
2. Gagal lagi. Tapi karena sudah ribuan kali kena sial, kegagalan kali ini kok biasa sahaja tuh…..
3. Sisa kuota paket data hasil nyolong dari telkomsel juga tinggal 200KB. Alamat gak ngeblog ni…
4. Belum ada lawan tanding untuk Kemponan Fc. Tidak perlu dipikirkan, entar datang sendiri.
Bismillah.
Lagi2 hujan. Hahaha. Terus saya terlambat datang karena ketiduran. Untung tanding lawan Llu gak jadi hari ini. Gak kepikiran buat fotofoto coz udah nafsu pengen langsung main. Walhasil, postingan di kemponan.com ya cuma segitu sahaja adanya. Rencana malam ini ada main lagi badminton cuma ngeliat cuaca kok jadi malas.
Oia, Mas Qliex kalau T9 itu feature yang gak semua orang tahu, padahal sudah ada di handphone segala macam. Hahaha, yah kebiasaan orang macam2, ada yang pro perubahan demi hidup yang lebih efektif (seperti saya yang ngeblog pake hape ini.. Hahahaha) dan ada pula yang kolot! Wakakakaka……
Bismillah
0. Upgrade wp ke 2.8.6 yang ribet. Pertamanya dikira karena memory limit yang rendah, baca2 di http://wordpress.org/support/topic/278536 , katanya kudu diset dulu. Ah, tetep gak ngaruh, mungkin pengaruh plugin. Jadinya beberapa dinonaktifkan dulu. Voila. Berhasil.
1. Ngobrol banyak dengan si Dres, intinya: saya harus ambil IBT dulu. Buku Barron’s masih sama Rahman. Alamat ilang nih..
2. Sudah itu saja. Akhir pekan yang benar2 biasa.
Published on
9:46 pm November 28, 2009 in
thought.
Bismillah
Several weeks ago, someone who called himself as my “uncle” telephoned my Mom. He said something weird. Well, at the first time, sure he said wishy washy, just for the opening. He knew someone who can help me get a job, of course with some kind of “administration fee”. For you who don’t live in Indonesia, we say it “kolusi” or “giving someone some money so we can get a position/job in the regent government”. My Mom laughed, loudly. She already knew that the money is not in the small amount, as one or two million IDR.
But, my mother was curious and asked that guy over the phone, “how much I need to pay?” And… He said a shocking amount, just like the title of this post says, “70 million..”. My mom can’t say anything, in 1 minute. And then, finally, she laughed, louder than before. “Even if I have that amount of money, I will use it for going to Hajj! Two people!”. That guy looked disappointed, and saying something just like a sales person. “It’s only a small amount of money. Please consider this for a moment. Compare it for future..blablabla”.
to be continued…
Bismillah
Saya tadi mikir2 gak jelas abis sholat Isya, “kalao laptop saya ilang, gimana ya?” Saya mikir juga, sebenernya saya gak rugi apa-apa loh kalau harta saya ilang. Alasan utamanya: saya ndak punya harta apa-apa. Hahaha… Emang kalau diitung-itung, harta saya ndak ada jee..
Duit tabungan segitu2 ajah, tabungan haji jelas nggak bisa diambil. Terus, rumah bukan punya saya. Laptop, ah jadul ini, paling2 dijual laku gopekceng. Datanya? Nggak penting2 amat, semua source code hasil lembur malem2 semua udah saya masukin code.google, atau github. Kalau memang ada yang perlu dirahasiakan, jelas sudah saya masukkan ke hostingan ini (dan username dan passwordnya sudah saya kasih tahu temen (kalau Anda penikmat setia blog ini, pasti udah tau kalau saya udah nulis surat wasiat)).
Hmm.. Pakaian, segitu2 ajah. Komputer, udah saya jual kemarin2. Kendaraan? Hahaha.. Satu2nya kendaraan yang pernah saya beli adalah sepeda polygon, dan sejak pindah ke kampung halaman sendiri ini, sudah saya jual ke Aldo seharga 800rebu. Apalagi? Oia, handphone. Hmm.. Yang penting paling cuma.. kontak! Hahaha, bagi saya relasi itu penting. Eits, jangan punya pikiran kalau saya nyimpen nomer hapenya kapolda or jaksa tinggi di sini ya? Saya tidak sehina itu.
Hah.. Mau apalagi yang bisa saya tinggalin kalau saya udah jadi bangkai? Kayaknya enggak ada. Sekali lagi enggak ada. Enggak ada harta yang bisa saya tinggalin di dunia. Jadi, jangan ngarep dapet warisan deh dari saya. Hahaha.. Keluarga saya? Hm.. Itu Tuhan Yang Atur, gancil lah.. Jadinya stress malah kalau hal2 kecil kayak gitu juga dipikirin.