Diary Kemponan FC #1

Bismillah

Kemponan FC (Futsal Club) adalah wadah bagi anak-anak yang broken home tapi masih manageable. Anak-anak ini, adalah korban dari keganasan orang tuanya yang terlalu mempedulikan dunia, tanpa peduli dengan keluarga. Masih untung, anak-anak ini tidak menghambakan diri pada minuman keras, judi, dan wanita murahan. Sebagai pelampiasan, anak-anak harapan bangsa ini meluangkan waktunya dengan sering bermain futsal.

Tak seorang pun tahu persis kapan hari lahir dari Kemponan FC. Demikian pula soal sejarah mengapa tim ini dinamai “kemponan”. Biarlah segalanya menjadi seperti trik sulap, yang semakin menarik kalau kita tidak tahu yang sebenarnya. Yang pasti, penyebutan “kemponan” dirasa membawa berkah, dan tidak pula merugikan siapa-siapa, apalagi Bill Gates.

“Kemponan” merupakan kata yang rumit untuk diartikan. Ini adalah sebutan untuk semacam kecelakaan, entah itu jatuh, terluka, hampir mati, atau segala macam musibah lain, yang diakibatkan karena seseorang menolak rejeki yang seharusnya ia terima. Sebagai contoh, bila saya ditawari kue atau makanan, namun saya menolak, saya akan dikomentari si Pemberi dengan kalimat seperti, “ambil barang sedikit, supaya tidak kemponan”. Maksudnya, supaya tidak tertimpa celaka.

Orang-orang yang bermain di Kemponan FC tidak melulu itu, namun sering berganti-ganti tergantung dari kesediaan dan kesiapan pemain. Namun, ada beberapa anggota tetap seperti sangprabo, la beneamata 29, q_liex, sulis, Cang, nongnongmammud, DD, pongyan, Bang Dani, kumelkucel, serta DN15. Kesemuanya insya Allah akan bertanding dalam kompetisi pertama mereka, tanggal 3 Agustus mendatang.

Beberapa kali sudah Kemponan FC ditantang maupun menantang berbagai tim dari penjuru pelosok Borneo. Bahkan, ada satu tim dari Palembang yang khusus datang hanya untuk mencoba merasakan dahsyatnya gempuran serta gocekan maut anak-anak Kemponan FC. Namun, beberapa kali pula Kemponan FC dipaksa takluk, karena kalah stamina serta kurang akal dalam mengatur strategi.

Beberapa tim yang pernah menaklukkan Kemponan FC diantaranya adalah Kopkar, Budak Dedi, serta beberapa tim lain dari kampung sebelah. Hari ini, Kemponan FC mendapatkan lebih dari sekadar kepercayaan diri dengan mengalahkan Budak PS Nova (mohon maaf bila terjadi kesalahanan penulisan nama dan gelar) dengan skor telak.

Sebagai tim yang masih seumur tempe belum jadi, Kemponan FC sadar beberapa kelemahan yang sulit dihilangkan. Beberapa di antaranya adalah sifat egois tak mau segera memberi bola kepada kawan dengan posisi yang lebih menguntungkan, suka lupa kembali bertahan setelah menyerang, serta sifat takabur bila sudah menang jauh.

Semoga keberadaan tim Kemponan FC dapat memberi nuansa baru di industri olahraga tanah air, serta dapat menjadi wadah kegiatan yang positif untuk anak-anak broken home. Sekian dari saya, mudah-mudahan kami bisa menjadi yang terbaik, memberi yang terbaik, untuk bangsa dan negara. Salam sehat.

0 Responses to “Diary Kemponan FC #1”


  • No Comments

Leave a Reply