Bismillah
Niatnya, setelah saling mengisi dinding di buku wajah dengan la beneamata 29 (walau ini orang tinggalnya di sebelah rumah), saya siap-siap tidur. Tapi, mendadak melihat (bukan sengaja) salah satu status teman di buku wajah, “karma does exist”, saya jadi teringat blognya dia.
Nah, blognya dia inih setipe dengan saya: tidak ingin dibaca orang banyak, alamatnya tidak diketahui teman-temannya, tidak mengupdate foto sendiri, dan tidak peduli dengan komentar pada blog yang masuk. Pokoknya, kalau nulis ituh pure nulis dari hati gituh.. (ceileeee bahasanyaaaaa….. )
Kembali sesuai dengan judul postingan tidak mutu ini.. Menurut saya, karma juga benar-benar ada. Segala yang kita lakukan, entah jahat entah baik, entah bikin jengkel orang, entah ngibul2, entah nipu, entah bikin sakit hati, entah jahil, entah kasih kueh, entah sekadar ngucapin selamat atas kebahagiaan temen, entah cuma bilang “semangat yaaa”, dan entah-entah yang lain, udjung-udjungnja akan kembali kepada kita sendiri.
Memang, kalo kita nyumbang cetiao (alias sejuta perak) ke masjid di shubuh hari, tidak serta merta pas ashar ada kiriman TIKI dateng yang isinya barang senilai itu. Bukan begitu kamsudnya.. Kadang-kadang balesannya juga lamaaa banget datengnya, dan tak selalu sesuatu yang berwujud alias dalam bentuk benda/barang. Kadang-kadang kita malah tidak sadar kalau itu ternyata balasan atawa karma dari hal2 yang kita lakukan sebelumnya..
So, (ceilah, “SO”??) buat elow-elow yang lagi mellow sambil pake eyeshadow dan rambut diblow buat show en dengerin lagu slow (jahhh…), yang sabar ajah nunggu karma. Terutama buat yang sering disakitin ama orang, yang sering dikibulin, yang sering rugi karena ditipu orang di Internet (sapa tuuh..?), dan yang sering sedih karena sering dimaki-maki oraaang… Tuhan enggak pernah tidur, apalagi ngorok.
Yang sabar. Yang tegar. Yang berani dengan hidup. Berani dengan segala yang menyakitkan hati. Berani dengan orang-orang bego tapi sok pinter. Berani dengan orang yang sombong. Berani dengan orang yang tak tahu terima kasih. Berani dengan orang yang banyak bacot. Berani beradu nasib dengan orang yang suka meremehkan kita. Berani dengan orang2 yang mengaku teman namun akalnya licik. Berani dengan takdir baik dan buruk. Biarlah Tuhan yang Bekerja, kita tinggal diem ajah sambil berdoa.. Insya Allah semuanya terjadi pada waktunya. Wabillahi taufik wal hidayah, wassalaamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.