Konferensi Pers

Bismillah

Antek-antek sangprabo (sebutan untuk fans blog ini. Yak, silakan muntah), di tempat saya menulis ini, koneksi internet menjadi barang yang mahalnya tak terkira. Bagai oasis madu di padang pasir, seperti badak bercula satu di bulan. Sungguh-sungguh jarang. Orang bisa saling mencabut mandau dari sarungnya hanya karena berebut koneksi. Namun, adanya juga tak jarang membawa masalah. Suami lupa istri, ibu lupa memberi makan anaknya, atau petani tak jadi berangkat berladang adalah akibat adanya.

Setiap saya berhasil sampai ke kota dengan sebelumnya mengarungi sungai terpanjang di negeri ini selama seperempat ratus tahun cahaya, saya selalu menyempatkan diri untuk pergi ke internet cafe hanya untuk memuaskan dahaga berinternet, layaknya pecandu yang sedang sakau.

Bagai artis yang sudah lama tak dilanda gosip, atau seperti nabi yang jarang keluar rumah, saya diberi pertanyaan membabi buta oleh para penggemar dari seluruh dunia. Maka dari itu, patutlah bagi saya untuk mengadakan konferensi pers ini, agar tak berulang-ulanglah saya menjawab pertanyaan yang sama dari para pemirsa fanatik prabowomurti dot kom (Mas, Mas, situ oke?). Berikut adalah pertanyaan yang sering ditanyakan.

0. Apa kabar? (variasi: “gimana kabar?”, “halow Bo!”, “Oi Mas”, atau “Buzz!”)
Alhamdulillah baik. Sungguh baik. Walau fisik tak terlalu sehat, setidaknya masih bisa jalan kaki ke masjid terdekat. Omong-omong, berat badan saya setelah skripsi selesai melejit secara signifikan. Memang, tugas akhir adalah musuh terbesar binaragawan (nyambung?).

1. Udah kerja? (variasi: “sibuk apa?”, “udah banyak duit belon?”, “sekarang lagi ngapain?”, “ngapain pulang kampung?”)
Saya cuma bisa bilang bahwa sekarang saya menjadi penduduk yang tak menetap dan apa yang saya kerjakan dibenci polisi dan hukum negeri ini. Kalau ketahuan, mungkin saya bisa dipenjara lagi. Saya akui saya bukan orang baik-baik, tapi saya bukan orang jahat. Tidakkah kalian bisa lihat itu dari rupa saya ini? *blink2*

2. Kapan nikah? (variasi: “kapan kawin?”, “udah nikah?”, “jangan nikah dulu sebelum aku nikah yaa…”)
Saya berusaha setengah mati hingga pantat ini serasa mau lepas agar bisa mengumpulkan mahar senilai 1 buah Avanza atau 12 unta. Semoga tak ada cukong kayu belian (bukan berasal dari kata “beli” yang diberi akhiran “-an”, tapi salah satu jenis kayu terbaik di hutan pulau ini), anggota TNI dengan pangkat minimal Letda, pemuda bertunggangkan Kawasaki Ninja yang Ayahnya pejabat daerah, yang mencintai wanita yang sama dengan saya. Doakan saya berhasil dan undangannya bisa cepat Anda terima.

Demikian agar menjadi kemakluman.

6 Responses to “Konferensi Pers”


  • tumben nih dah 4 hari gak ada update..
    biasanya sehari aja bisa 2 tulisan…
    lg sibuk ya bo??

  • Aduuhh… Kangen ya say..?! *ngakak*

  • booo..kangen betull!!!…aahh gimana kabar bro?? *eh udah dijawab ya??
    yasud deh,,,yang penting jangan ikut2an jadi ndong2 pret ya… ya?ya?ya?

  • Holla Mpok.. Wah,ketahuan mangkir pas jam kerja! Kena SP ntar!

    Ndong2 pret apaan?

  • semoga sukses dah bo!
    membangun tanah tumpah darah, mengasah pribadi dan mengukir cintaa.. hahaayyy

  • Kalo kata Seno Gumira Ajidarma, ‘Semoga Sukses!’ itu berhalanya orang Jakarta. Orang kampung macam saya jelas ndak ngerti model begitu.

    Btw,jadi yang nulis profil dengan berlebihan itu ente, Sep? Waduuh.. Hapus aja Bos..

Leave a Reply