Monthly Archive for March, 2009

Page 2 of 3

Tentang Sogok Menyogok

Bismillah

Khutbah Jum’at tadi sedikit lebih bermutu dari biasanya. Maklum, ustad impor. Beliau bercerita tentang bagaimana hukum suap menyuap atawa sogok menyogok yang kerap ada waktu pemilihan umum seperti sekarang ini. Samar-samar saya dengar istilah untuk itu, rosiyah (mohon koreksi).

Hukumnya, baik untuk yang menyogok atau yang disogok, sama2 haram. “Biarlah, jalanan kita becek, berlobang, daripada mulus tapi dari hasil sogokan caleg, yang sumbernya entah berasal dari mana,” begitu katanya. Maka dari itu, khatib berpesan untuk tidak menyogok, atau menerima sogokan. Entah itu berupa uang, sembako, atau janji-janji.

Saya jadi ingat cerita lucu tentang kenalannya kenalannya kenalannya Ibu saya yang menawarkan bantuan untuk lolos tanpa tes dalam penerimaan PNS. Tentu saja, dengan “duit pelicin”. Angkanya tidak sembarang angka : tujuh puluh juta rupiah!! Maaf-maaf ajah, nggak minat pake pintu belakang. Sori ye.. Lagian, kalo punya duit segitu pun, saya mending kawin terus naek haji dulu!

Bisa

Bismillah

Kalau sudah menguasai kendaraan tertentu, bawaannya emang mau jalan2 terus ya?

Di Kota

Bismillah

Menunggu hujan reda..

Seberat Inikah Perjuangannya?

Bismillah

Sit-up 100x sehari, angkat barbel sampai urat2 tangan hendak keluar, rasa takut bersaing dengan yang punya daya intelejensi lebih tinggi (dan saku yang lebih tebal tentu saja), hanya demi selangkah lebih dekat ke bulan. Kalau saja aku berhasil, aku pasti jadi legenda..

Sangprabo This Week

Bismillah

- Hari Sabtu dan Minggu dihabiskan untuk membantu tetangga sekaligus teman yang menikah. Pangkat saya sedari dulu tak jauh-jauh dari tukang angkut-angkut, antar makanan, atau yang mungkin agak bonafid bikin dekor.. Btw, selamat ya atas pernikahannya.
- Ada Om yang nawarin meja bilyar murah, cuma masih belum berani ambil. Selain karena gak ada duit, di sini meja bilyar identik dengan perkelahian, judi, dan orang mabuk.
- Si Man (http://manalbanjari.wordpress.com) nawarin bikin business plan untuk PKM. Cuma seminggu belakangan masih belum sempet.
- Dipercaya jadi pencari dana untuk peringatan maulid . Mungkin karena punya tampang yang sengsara kali ya? Biar orang ngerasa iba gitu, jadi ngasihnya banyak..
- Salah satu resolusi tahun ini alhamdulillah tercapai: nilai toefl liwat 550. Lumayan, buat ndaftar beasiswa, walaupun harus kehilangan sapekceng. Kudunya sertifikat udah dipegang mas gosonX (http://blog.alvonsi.us)
- Maen futsal setiap malem Selasa. Di dua pertandingan terakhir, praktis tidak ada kontribusi berarti untuk tim. Argh, emang susah bawa-bawa perut.
- Petugas dari Telkom belum datang. Aneh juga alasannya, tempat saya terlalu terpencil. Padahal ada dua tetangga yang sudah pasang sejak lebih dari sebulan yang lalu. Ini dibela-belain ngenet pake hape dari rumah.
- Kalau lihat cara orang Tiong Hoa berdagang, mungkin bulu kuduk kita bakal lepas dari kulit, bukan berdiri lagi. Cara mereka terlalu mengagumkan, kalau tak mau dibilang mengerikan. Mungkin cara paling cepat belajar adalah dengan menjadikan mereka contoh. Bagaimana mereka bisa tahan banting di kala orang lain bangkrut, cara mereka berhemat, dan sejuta jurus lain. Kalau saja mereka diwajibkan naik haji, mungkin tiap tahun kali ya? Heran saya, bagaimana orang-orang yang hanya berbisnis toko kelontong bisa punya Honda Jazz atau Suzuki Swift? *angkat topi*