Monthly Archive for December, 2008

SangPrabo Menjawab: Bagaimana Caranya Chatting?

Bismillah

masowok taon baru tak balek ke? di sana kalo taon baru ngape2 jak?
oy
cemane carenye cating ? tau ndk?
maswok suke cating ndk?kt mbk y*** kalo ceting tu lebih asik.
–S, Pontianak

Dik S yang mulai demen chatting
Masih ada ujian yang belum tahu jadwalnya, jadi aku belum bisa menyentuhkan kaki di mana dulu kita berenang dengan ban dalam traktor dengan diameter satu setengah meter.

Menurut kitab bagi para introvert pasal 24 ayat 3, “Tinggalkanlah bagimu perayaan tahun baru, karena yang seperti itu (banyak orang) membuat kecemasan bagimu. Sesungguhnya Aku Memberitahu agar kamu menjadi orang-orang yang pucat wajahnya tak terkena sinar matahari maupun purnama”. Jadi setiap tahun baru saya selalu di rumah saja. Sekian.

Oiya, hampir lupa. Soal chatting, Dik S bisa menginstall aplikasi Messenger seperti Yahoo Messenger (http://id.messenger.yahoo.com/download/) atau Pidgin (http://pidgin.im). Saya asumsikan Dik S sudah memiliki account di Yahoo. Karena saya menggunakan Pidgin, saya contohkan di Pidgin saja ya Dik..

Pertama, kita add account dari menu Accounts -> Manage Accounts
manage account

Setelah dipilih, selanjutnya adalah membuat account baru dengan tombol “Add”
add account
add account

Selanjutnya, pilih protokol Yahoo, masukkan username (username yang telah didaftarkan di Yahoo). Password boleh diisi boleh tidak.
yahoo account

Sampai di sini, Dik S sudah siap chatting. Ingat, jangan sampai lupa waktu ya Dik. Kata Bang Haji Romah Iramah, “kalau terlalu banyak berchatting, muka pucat karena darah berkurang..”

Semoga membantu. :)

2 Goals. Not Bad.

Bismillah

Barusan maen futsal bareng anak-anak. Ternyata Arif sama Pras Gon dateng dari Jakarta. Mungkin karena libur kerja kali ya? Selamat datang.. :)

Teknikku sih masih ada lah dikit-dikit.. warisan leluhur. (maksud loh?) Cuma stamina ndak dukung oy, ngos-ngosan walau cuma jadi bek (beking pokal maksudnya?). Itupun udah jam 9.20 baru dateng. Ya sudahlah, mungkin nasib saya bukan jadi pemaen putsal (dasar ndak punya masa depan cerah).

Anak-anak udah pada tahu kalo aku benci nyang sosial-sosial seperti ini, makanya biasanya udah pada nyerah kalo ngajakin. Namun, berhubung hari ini kalo aku di kos malah jadi gak produktif (hla? Emang situ pernah produktif?), akhirnya berangkat juga. Ntar kalo ada mputsal lagi, aku diajakin ya teman-teman? :D

PS: ternyata kegiatan sosial ituh menyenangkan. *pengen murtad dari introversi*

Keramaian

Bismillah

Seorang lelaki 22 tahun meringkuk di kamarnya yang gelap. Sedari pagi hingga malam ini ia tak keluar barang sekali pun. Ditahannya lapar, dan keinginannya untuk buang hajat. Mulutnya pun jadi biru, matanya sembab, wajahnya pucat, dan badannya bau. Ketika ku tanya kenapa, ia jawab, “Keramaian. Aku benci keramaian.”

Saat ini memang ada hajatan induk semangnya, pernikahan. Di sana-sini orang berseliweran tak kenal privasi. Makan di mana saja. Dan barang-barang berpindah tempat tak sesuai kebiasaannya. Jadi, hari ini dia memutuskan tak keluar barang sebentar walau hanya untuk terkena sinar matahari.

Mungkin di luar perang Palestina sudah berhenti, dan ia tak tahu. Mungkin negara ini sudah berganti sistem pemerintahan, dan ia tak tahu. Dan mungkin teori yang menyebutkan bahwa lintasan planet-planet kini tak lagi berbentuk elips sudah terbantahkan, dan ia tak tahu. Lalu kenapa?

Was wes wos bunyinya. Bunyi keramaian. Bunyi yang tak disenanginya. Bunyi manusia yang berkeinginan kuat untuk selalu egois hendak didengar. Bunyi mulut yang tak kenal berhenti. Bunyi piring yang beradu dengan sendok. Bunyi langkah kaki. Bunyi tawa. Ia muak dengan semua bunyi itu.

“Kamu harus keluar,” kataku.

“Aku sedang membaca, nanti, ” katanya.

“Ayolah..”

“Aku sedang membaca”

“Ayo keluar.. Lihat mukamu kusam begitu”

“Aku.. Sedang.. Membaca…”

Tampangnya semakin mengerikan saja waktu memisahkan tiga kata itu dengan hening 2 detik. Itulah penanda dia mulai kesal. Aku tinggalkan ia.

Lord of War (2005)

Bismillah

SORRY, this story may contain SPOILER…..

Lord of War is about a man named Yuri Orlov (Nicholas Cage). Together with Vitaly, his young brother, Yuri started selling Uzis to the mobs. And since then, he became the lord of war: an arms dealer. He sells guns, grenades, tanks, everything that kills people, to everyone who pays, even to his own country’s war.

Yuri has an..err a bunch of enemies. One of them is Jack Valentine, an interpol agent who cannot be bought with money. Jack pursued Yuri and he thinks that a guy like Yuri is supposed to be in jail. But, Jack always failed to get Yuri to the courthouse.

After being paid by cocaine, Vitaly became addicted. So Yuri sent his brother to the rehabilitation and started the business alone. When he asked Simon Weisz, another guns dealer, to collaborate, Weisz’s rejected. Weisz said that Yuri’s an amateur. Long time after the incident, it happens again, but with swapped role.

Yuri loves Ava Fontaine, a super model. “You cannot force someone to fall in love with you, but you can definitely improve your odds,” he said. He invited Ava to a fake photo session, booked the entire hotel for himself, rent a jet plane (Yuri paid a man to paint “ORLOV” on it), and got Ava’s impressed. After that, they married and had a child named Nikolai.

Yuri went to Ukraine, his country, after Soviet Union dissolved. You know, the war ends. But the guns? They stayed in the warehouse calmly. Yuri contacted his uncle, Dimitri, and got a lot of weapons in low price. He became a millionaire afterwards. He’s selling weapons to Andre Baptiste, a dictator from Liberia.

Meanwhile, Jack tried to convince Ava that Yuri is an arms dealer. He said that the death of Ava’s parents may be because of a guy like her husband. Ava started tailing Yuri, and found Yuri’s container that filled with proof of Yuri’s arms dealing: passport, guns, case, even Ava’s painting.

Yuri needs a partner because Andre offered a great deal. Then Yuri asked Vitaly to join him. The transaction process was intercepted by Vitaly when he saw some guys kill a mother and her child. Vitaly told Yuri to stop the deal, but Yuri said that it’s not their conflict.

Vitaly stayed calm, but quietly he took a grenade and blew one truck contained the weapons. Realize that Vitaly’s going to blow another one, Andre’s soldier shot Vitaly and brought him meet his death. Yuri took his brother’s dead body home, but he’s arrested because there is one bullet remains in Vitaly’s body, Yuri’s bullet.

Jack Valentine finally got Yuri. But, in the end Yuri’s released by an officer (with a lot of ranks), and he returns to the arms dealing. “Do you know who will inherit the world? Arms dealer. Because everyone else is too busy killing each other”. This story is based on actual event. Did you read KOMPAS 2-3 days ago?

Gitar Pemanggil Arwah

Bismillah

Tidak terasa, sudah 5 bulan gitar kecil saya menemani. Dan, seperti kebiasaan saya untuk memberi nama pada barang-barang kesayangan, sepertinya tidak klop kalau gitar ini tidak diberi nama juga. Nama-nama barang kesayangan saya keren-keren, dan diratjik dari nama-nama wanita. Biar romantis gitu boo…

Nah, setelah Mufiidah, Sheryl, Nasmah, Furaat, Zahiirah, ‘Urwah, Khaznah, Farah, kira-kira.. apa lagi ya? Hmm.. Daripada susah-sudah, biar terkesan menyeramkan, kita sebut saja gitar saya… gitar pemanggil arwah…. *suara petir*