Published on
8:29 pm July 30, 2008 in
Uncategorized.
Bismillah.
cm cri masker+liat buku di gramed(liat,ga bli …)
d dpn kefoa trnyta ada greenpeace n smpt dsuruh mmpir ke stand mreka. Mas….ente ga liat apa betis ane udh bngkak2 bgni gara2 naek speda mulu? Kurng kntribusi apa lg coba…
Tp d kefoa trnyta ada greenbag. Keren ….
Bismillah
I want to track my learning progress (both NihonGo and English), my research, and sunnah deeds that I planed before. Just to make clear, they are…
– NihonGo: word and kanji count, of course with the lesson I got from LIJ.
– English: answer and fill in the blank Barron’s.
– Research: Java learning progress, what chapter I’ve done, meeting with the lecturer, etc.
– Sunnah deeds: fasting on Monday and Thursday, Dhuha prayer, tilawah 3 pages a day, Qiyamul lail once a week.
That’s all. I’ll give the report mmm… once a week. Wish me all d’best, folks…
Bismillah
Barusan saya dikirimi SMS oleh salah seorang teman. Ia kena hepatitis dan dirawat di rumah sakit sekarang. Akhir-akhir ini memang banyak teman yang terjangkit virus hepatitis. Mulai dari yang masuk rumah sakit, masuk rumah sendiri, sampe yang masuk ke rumah orang (maksudnya diem di kos aja terus tau2 sembuh sendiri…). Baca artikel di internet, katanya virus hepatitis menular lewat makanan. Mungkin juga karena menggunakan sumber air yang sama, jadi satu kampung bisa kena.
Pencegahannya? Jangan jajan sembarangan, makan yang sehat dan higienis. Dan kalau banyak duit ya imunisasi hepatitis ajah di rumkit. Katanya kalau yang udah kena enggak bakal kena lagi. Ngomong2, sensei saya meninggal juga karena hepatitis.
Bismillah
Innalillahi wainna ilaihi roojiun. Segala yang bermula dari Allah, akan kembali padaNya. Sensei saya ketika level 1 dulu, Mbak Vivi, telah meninggal dunia pada bulan April yang lalu. Berita ini baru saya ketahui dari FO. Sempat tak percaya, karena beliau ini orangnya periang dan sabar kalau mengajar (padahal di level 1 + 2 dulu saya paling cengengesan).
Semoga segala amal ibadahnya diterima dan semua kesalahannya diampuni. Amin.
Bismillah
I’ve realized that I lost almost all lessons (start from the first level at LIJ, except that easy-conventional-hajimemashite-yoroshiku) I’ve learned. The simplest way to not forget them is by write all of them in the single XML file, ODS file, or any format that supported by Mnemosyne.
Why Mnemosyne? Because, first.. It could convert its memo to XML format (universal format that can be used on many applications). So, I don’t need to migrate the data I saved to other format. Second, my undergraduate thesis application is using.. I mean WILL use (since I’ve not written even a single line of code yet) XML format. Well, why in the world don’t I use my own f*cking application to remember something?
Hmm.. May be I will give the report here soon. Errr.. May be not so soon..
cingcong-cingcong