Monthly Archive for November, 2007

Mencoba Mie Ramen :)

Bismillah.

Hehehe.. Saya mau posting ndak penting sekali-sekali (emangnya yang dulu-dulu penting gitu? :P ). Kali ini wisata kuliner ke tempat makan mie ramen. Tempatnya memang tak seindah KFC, McD, Texas, dan sebangsanya. Nyaris tak kelihatan kalau itu surga bagi para penikmat mie. Hm…

Alamatnya di Jakal KM 10-an, sebelah barat jalan. Cari aja yang namanya kafe gaul. (saya nyari-nyari tempatnya di wikimapia agak ribet.. :) ). Berikut liputannya…

Daftar MenuPorsi Orang Kelaparan

Perginya bareng gosonX dan neofreko , jadi jangan heran kalau postingnya rada2 mirip :) . Cuminya, irisan daging yang tebal, mienya, kuahnya, rumput laut, wortel, sayur bayam, semua berpadu menjadi satu, tanda sebuah kemapanan kelas (kelas saya sendiri, hehehe.. ). Beruntung paginya saya ga makan apa-apa. Jadi, perut masih muat. Mak, maapin daku Mak… Menikmati hidup lah, sekali-sekali…

Dateng dan coba rasa sendiri yach? ;)

Wassalaam

__bowo;

Tips Merusak Akidah Islam

Bismillah.
Assalaamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Alhamdulillah. Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala Ali Muhammad.

Semakin mendekati hari akhir, tentulah penyimpangan akidah semakin ngetren dan kadang bikin kita geli sekaligus ngeri. Berikut tips yang bisa jadi pedoman untuk Anda yang ingin mengacaukan keyakinan. (Saya meniru cara Sean Covey menuliskan 7 Kebiasaan Paling Tidak Efektif sebelum memulai bukunya)

0. Ragukan sifat Allah dan percayalah hanya pada akal manusia.
Mana bisa percaya dengan sesuatu yang tidak bisa dilihat? Jadilah orang yang paling pesimis. Anggap diri Anda orang paling sial sejagat yang tak tersentuh kasih Tuhan.

1. Jangan baca Qur’an.
Buat apa baca sesuatu yang tak dimengerti artinya? Jangan agendakan itu dalam jadwal harian Anda. Gunakan Qur’an hanya untuk keperluan mistis seperti memajangnya di atas pintu.

2. Dewakan toleransi agama.
Percayalah kalau semua agama itu sama. Dan semua orang pasti masuk surga. Kalau diajak beribadah yang tak sesuai syari’at, mengangguklah. Ini demi perdamaian, Bung.

3. Telan buku filsafat atau yang beraliran kiri bulat-bulat.
Seringlah membaca karya-karya Nietzsche, Machiavelli, Marx, atau siapa saja. Setelah itu, mulailah untuk sering bertanya-tanya dalam hati.

4. Tonton TV Anda seakan-akan Anda tak pernah membayar tagihan listrik.
Tonton para wanita cantik bin bahenol sepuasnya. Tonton acara yang hanya membuatmu senang dan tertawa hingga lupa waktu. Kita juga perlu rileks, bukan?

5. Jangan mau jadi kaya.
Jadilah orang yang miskin sepanjang masa. Jangan terlalu pusingkan dunia. Toh, kita semua juga akan mati. Dan katanya, kaya tidaknya seseorang ga jadi prasyarat masuk surga!

6. Ini bukan bid’ah, tapi melestarikan kebudayaan.
Lestarikan kebudayaan seperti potong sapi terus diarak keliling kampung, grebegan (atau yang sejenisnya), dan sejuta macam keragaman budaya Indonesia. Siapa tau kita bisa masuk MURI, bukan?

7. Bedakan agama dan negara.
Kita kan hidup di Indonesia yang bukan negara agama. So, ngapain ngeributin soal politik, undang-undang, aturan pemda, yang harus sesuai dengan syariat? Orang-orang di atas ajah yang ngurus begituan. Yang penting sholat aja kan?

Nah, sudah lihat? Cara-cara di atas akan membimbing kita menuju kehancuran dan kekalahan total! Berikut yang semestinya kita lakukan.

0. Yakinlah bahwa Allah itu Maha Adil.
Kalau memahami agama hanya dengan akal semata, silakan cari tempat duduk di neraka. Salah satu keMahaAdilan Allah adalah, Dia membuat kita punya kekurangan dan kelebihan. Tetaplah fokus pada kelebihan yang kita miliki. Cepatlah bangun bila jatuh.

1. Agendakan baca Qur’an.
Walau belum bisa memaknai dan mengamalkan, belajarlah untuk teratur membaca. Tiga juz dalam semalam namun libur untuk 2 bulan ke depan tidak lebih baik daripada 3 lembar sehari namun konsisten.

2. Jadilah seperti pohon kurma yang dipagari.
Akarnya kokoh tertancap hingga ke dalam tanah. Namun, buahnya dapat dipetik siapapun. Tebar manfaat ke seluruh penjuru, namun tetaplah pada keyakinan akan Islam. Buktikan bahwa agama ini membawa rahmat bagi sekalian alam.

3. Baca boleh, tapi jangan yang aneh-aneh.
Buku-buku teologi memang kadang menarik, namun bila berlebihan dan dibaca saat kita masih remaja (baca: masih gamang) tentulah efeknya ke kerangka berpikir. Kalau badan merasa sedang lemah, sebaiknya jangan keluar saat badai.

4. Banting TV Anda bila Anda sedang marah.
Informasi itu penting, kalau secukupnya. Media menjadi senjata ampuh dalam perang pemikiran. Pembodohan di mana-mana. Opini ummat terbentuk dengan salah hanya karena benda yang dimensinya tak lebih besar daripada separuh kulkas sepintu. Mengerikan, bukan?

5. Menjadi kaya itu keharusan.
Mark Shuttleworth bisa membantu sebuah distro menempati peringkat pertama pada distrowatch. Mungkin suatu hari nanti, dengan harta Anda bisa membebaskan Palestina atau menyelamatkan iman orang-orang yang guncang hanya karena sebungkus mie instant.

6. Sekali bid’ah tetap bid’ah. Sekali haram tetap haram.
Apapun namanya, bid’ah tetap dilarang. Adalah misi kita untuk menyadarkan masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan jahiliyah. Anda mungkin ditertawakan, tapi yang pasti: bukan mereka yang akan tertawa terakhir kali. Salah tempat boleh, asal jangan salah sikap.

7. Islam adalah sistem.
Agama = sempurna. Tak ada yang mesti diragukan. Ianya merancang bagaimana kita harus bertingkah, sekaligus pedoman bagaimana berkehidupan kebangsaan. Sekulerisme hanyalah kedok untuk menjauhkan kita dari kemenangan. Dan tunggulah, karena Allah Berjanji akan membuat kita unggul sekali lagi, sebelum hari kiamat. Dan, siapa lagi yang lebih benar janjinya daripada Allah?

Ya Allah, Jangan Buat kami terhina…

Wallahu’alam bisshowab. Wassalaam.

__bowo;

Kalau Di Rumah

Di rumah
Ada saja yang membangunkan
Kalau aku ketiduran

Di rumah
Ada saja yang mengingatkan
Kalau aku lupa makan

Di rumah
Ada saja yang diam
Kalau aku berkalam

Aku mau pulang, Mak

Rindu pada perkelahian
Yang mungkin membuat lupa wajah anakmu
Rindu pada kunang-kunang
Yang dimakan karena percaya omongan rancu

Ah, dunia memang sedang sakit

Homesick

Kok aku jadi kepengen pulang ya? :(

How to Install Openbravo on Gutsy

In the name of Allah.
Prise be Allah.
First, please forgive my bad english. :)

Openbravo is err… OK, just click the link. :P . I’m using Kubuntu Gutsy Gibbon, Acer 3628 (1 GB DDR2, free harddisk space about 1 GB, and processor Intel Pent-M 1.7GHz).

To install list :
0. tomcat5.5
1. ant
2. postgresql-8.2
3. java
4. Openbravo (of course :P )

$ sudo apt-get install tomcat5.5 sun-java6-jdk sun-java6-plugin tomcat5.5-admin ant postgresql-8.2

Make sure your Java(tm) works by

$ java -version
java version “1.6.0_03″
Java(TM) SE Runtime Environment (build 1.6.0_03-b05)
Java HotSpot(TM) Client VM (build 1.6.0_03-b05, mixed mode, sharing)

If not, try this..

$ sudo update-java-alternatives -s java-6-sun

Go to your /home/yourname/

$ cd
$ vim .bashrc

And add these lines

export JAVA_HOME=/usr/lib/jvm/java-6-sun-1.6.0.03

## for openbravo
CATALINA_HOME=/usr/share/tomcat5.5
CATALINA_BASE=/var/lib/tomcat5.5
CATALINA_OPTS=”-server -Xms384M -Xmx512M”
export CATALINA_HOME CATALINA_OPTS CATALINA_BASE

#ANT
ANT_HOME=”/usr/share/ant”
export ANT_HOME

Now, go to postgres’ user for executing some commands… (somebody please help me to simplify these… :( )

sangprabo@cruelworld:/usr/lib/postgresql/8.2/bin$ sudo su
root@cruelworld:/usr/lib/postgresql/8.2/bin# su postgres
postgres@cruelworld:/usr/lib/postgresql/8.2/bin$

Run psql… ( note that you are in /usr/lib/postgresql/8.2/bin/ )

$ psql postgres

Next…
Change postgres’ password…

postgres=# ALTER USER postgres PASSWORD ‘postgres’;
ALTER ROLE

Almost done.. Now, we are going to install Openbravo. After you download it, just change the permission, and run it. (note that you are in the installer’s directory)

$ sudo chmod ugo+x OpenbravoERP-2.33-linux-installer.bin
$ sudo ./OpenbravoERP-2.33-linux-installer.bin

Hm.. Just say bismillah, it spends about 3 seconds.. :P

0. Installation Directory
I used /opt/OpenbravoERP

1. Attachments Directory
I’m using /opt/OpenbravoERP/AppsOpenbravo/attach

2. Openbravo Installation
a. Full Standard
b. Full

3. Database to use
PostgreSQL for sure.. :P

4. Java Home Directory
/usr/lib/jvm/java-6-sun-1.6.0.03

5. Ant home directory
/usr/share/ant

6. Tomcat directory
/var/lib/tomcat5.5
(You would see a kind of message, tell you that Openbravo couldn’t check the Tomcat’s version, but it’s OK)

7. Tomcat parameters
Web server domain : your IP Address. I was using 192.168.2.7
HTTP Port : 8180
Context name : openbravo

8. Installation Directory (for PostgreSQL)
/usr/bin

9. Database Server Parameters
Database host : localhost
Database port : 5432 (default)
Database name : openbravo

10. Database password
Password : postgres

11. Openbravo Database Parameters
Username : openbravo
password : openbravo

12. Time to wait..
The installation process takes more than an hour. But, ehm ehm, may be because of my nice charm wonderful machine it takes less than 40 minutes.

13. Testing….
Point your browser to http://localhost:8180/openbravo/
Fill the
Username : Openbravo
Password : openbravo

Enjoy!

Some references… (Thanks all!! Hontou ni doumou arigatou gozaimasu… OTL)
http://ubuntuforums.org/archive/index.php/t-272058.html
http://www.moixo.com/es/instalacion-openbravo-ubuntu-feisty-fawn
http://www.gentoo-wiki.com/HOWTO_Install_Openbravo_ERP

Any correction for typos, grammar error, problems, etc, would be appreciated. Wallahu’alam bisshowab.

Wassalaam

__bowo;