Monthly Archive for October, 2007

Memaknai Kata “Insya Allah”

Bismillah
Assalaamu’alaikum
Alhamdulillah. Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala Ali Muhammad.

Saya punya pengalaman yang cukup unik (kalau tak mau dibilang “aneh”) beberapa jam yang lalu (dengan izin Allah saya berusaha untuk menulis apa yang menjadi hikmah hari ini, secepat yang saya bisa). Mungkin Anda juga merasakannya, ketika melihat gambar poster pada posting sebelum ini.

Saya mencantumkan kata “insya Allah”, yang berarti “jika Allah Mengizinkan”[1] setelah “Speedy” (calon sponsor GRP yang konfirmasinya baru akan diperoleh (insya Allah) besok). Apa lacur? Yang saya dapatkan adalah beberapa wajah yang menahan ekspresi tertawa. Saya berpikir dalam hati, “Ada yang salah?”.

Saya teringat sebuah ayat berikut:
“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi, kecuali (dengan menyebut): “Insya Allah”. Dan ingatlah kepada Tuhan-Mu jika kamu lupa dan katakanlah “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini.” (Q.S Al-Kahfi 18: 24)

Mungkin telah terjadi pergeseran makna kata “insya Allah” dalam tatanan kehidupan masyarakat kita. “Insya Allah” secara salah (kaprah) digunakan untuk menandakan bahwa seseorang (atau sebuah kejadian) tak bersifat serius. Saya menemukan beberapa artikel bagus (dan terkadang cukup membuat ujung bibir kita naik) untuk dibaca mengenai ini.[2][3][4]

Dalam sebuah kuis berhadiah satu milyar, saya pernah mendengar sang pembawa acaranya berkata, “Anda yakin?”. Peserta yang sedang duduk menjawab dengan tegas, “Insya Allah”. Namun, setelah itu sang pembawa acara kembali bertanya, “Yakin atau tidak?”. Sang peserta mengerutkan dahinya selama beberapa saat, untuk kemudian menjawab dengan tenang, “insya Allah berarti yakin!”

Jelaslah bagi kita, bahwa mengucap “insya Allah”, bukanlah hal yang menunjukkan rasa pesimis. Namun, justru sebaliknya. Pengucapan “insya Allah” menyiratkan sikap optimis seseorang, komitmen yang tinggi, rasa percaya diri yang besar, sekaligus unsur tawakal terhadap putusan dan takdir Allah. Boleh jadi kita akan mati 2 menit lagi, ban kempes di tengah jalan, macet, atau sejuta halangan lain, yang tidak kuasa untuk kita ubah.

Untuk itulah, mari kita sama-sama melatih kebiasaan, untuk selalu mengucapkan insya Allah dalam makna yang sesungguhnya, dalam menyikapi setiap kejadian yang belum pasti, namun kita yakini dapat dikabulkan oleh Allah. Sepertinya sebuah kesalahan pula bila kalimat ini digunakan untuk memulai sesuatu yang sifatnya kebathilan. “Insya Allah rencana perampokan kita malam ini berhasil, Bos!” terdengar lucu, bukan? ;-)

Wallahu’alam.
Wassalaam

__bowo;

Referensi :
[1] http://www.kebunhikmah.com/article-detail.php?artid=158
[2] http://muhsinlabib.wordpress.com/2007/08/02/insya-allah-yang-keliru/
[3] http://www.islamdotnet.com/index.php?Itemid=64&id=194&option=com_content&task=view
[4] http://farika-rezina.blogspot.com/2006_06_01_archive.html

Gutsy Release Party: Langkah Kecil Untuk Jadi Pribadi Bersih

Bismillah.
Semoga Allah Meridhoi kegiatan ini, demi kehidupan tanpa pencurian. Amiin..

Wassalaam

__bowo;

Minal ‘Aidin vs Taqobbalallahu Minna Wa Minkum

Bismillah.
Assalaamu’alaikum
Alhamdulillah. Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala Ali Muhammad.

Ada banyak kesalahkaprahan yang terjadi sebelum, ketika, atau pasca hari raya Idul Fitri. Beberapa di antaranya adalah
0. Lebaran identik dengan barang baru?
Sedih rasanya mendengar perilaku konsumtif masyarakat kita. Dalam salah satu acara di MetroTV, disebutkan bahwa uang yang beredar di masyarakat meningkat berpuluh kali lebih banyak ketika lebaran menjelang. [1]

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Al-Isra’: 26-27)

1. Minal Aidin bukan berarti “Mohon Maaf”
Makna “minal aidin wal faidzin” kurang lebih berarti “bagian dari orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang” [2]. Ucapan yang dianjurkan Rasulullah SAW adalah “taqobbalallahu minna wa minkum”[3]. Semoga hal ini bisa menjadi pencerahan untuk kita semua. Amiin…


[1] http://www.kompas.com/kompas-cetak/0411/05/finansial/1367456.htm
[2] http://www.islamdotnet.com/index.php?option=com_content&task=view&id=559&Itemid=51
[3] http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/11/cn/3851

Walllahu’alam

Wassalaam.

__bowo;

Tentang Bismillah

Bismillah.
Assalaamu’alaikum
Alhamdulillah. Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala Ali Muhammad.

Kata bismillah berasal dari bahasa Arab, yang sepakat diartikan sebagian besar ulama sebagai “dengan menyebut nama Allah”. Bismillahirrahmanirrahim, yang sering kita dengar, kurang lebih berarti “dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Pengasih bermakna bahwa Allah Memberikan rahmat-Nya, nikmat-Nya kepada semua makhluk, baik itu manusia (muslim maupun kafir), hewan, intinya:seluruh alam. Penyayang bermakna bahwa Allah Memberikan, dengan Menakar (Maha Tahu seberapa besar dan proporsional), nikmat-Nya yang akan diberikan pada orang-orang yang beriman.

Sang pengucap kata basmalah sebelum melakukan setiap aktivitas, tak hanya menyiratkan sebuah prosedur standar dalam bertingkah laku, namun juga mengharap dengan sepenuh hati, apa yang dilakukannya akan mendapat berkah, dan sikap serta karya yang positif. Di dalamnya terkandung pula sikap optimis, tak mudah menyerah, dan rasa rendah akan kelemahan diri, sehingga sepenuhnya pasrah pada ketentuan Allah.

Semoga kita selalu yakin akan Keadilan-Nya, dan terbiasa mengucap basmalah, sebelum memulai segala kegiatan kita.  Wallahualam bisshowab.

Referensi: SHIHAB, M. Quraish, 2007, Lentera Hati, Jakarta:Penerbit Mizan.

Wassalaam

__bowo;

Beli Buku Baru

Hari ini aku ke Toga Mas.. Beli buku Kartun Peradaban Larry Gonick dan buku barunya Sean Covey dengan judul The 6 Most Important Decisions. Hm.. Padahal Lentera Hatinya Quraish Shihab belum aku baca. Oia, untuk hari ini, aku mau ke cosplay SMA 3. Katanya sih deket benteng. Tapi belum tau persisnya gimana…

Lihat entar deh.. Jadi pergi ga ya? Sebenernya hari ini aku mau ngerjain tugas CMS. Btw, pak Frans kok ga online2 nih?  Mau bilang kalau di Ortindo ada cetak seharga 6500 untuk ukuran A3. ALhamdulillah. Berarti tinggal nunggu untuk persiapan GRP! Email dari Pak Setiawan juga belum masuk. Ah, jadi pikiran lagi nih..